Sun. Aug 7th, 2022

Pentingnya Dokumen Ekspor Impor, Dokumen ekspor impor merupakan perihal yang tidak terlepas berasal dari ada kegiatan ekspor impor itu sendiri. Perlu Anda ketahui, kegiatan ekspor impor secara langsung bersama dengan importir bukanlah perihal yang mudah. Salah satu tantangan yang mesti dilalui pelaku UMKM didalam perihal ini adalah kelengkapan dokumennya. Mengapa lumayan sulit? Hal itu gara-gara kegiatan ini ditunaikan antar negara dan tiap-tiap negara punyai regulasi dan kebutuhan yang berbeda.

Terlebih sekiranya kegiatan ekspor ini punyai risiko yang tinggi agar dibutuhkan beraneka dokumen sebagai pendukung yang nantinya akan di check dan lebih-lebih menjadi jaminan. Dokumen-dokumen ini terdiri berasal dari dokumen utama dan dokumen tambahan. Setiap dokumen mesti dibikin didalam tiap-tiap transaksi ekspor impor. Nantinya, dokumen akan dikirim ke importir gara-gara dokumen ekspor berikut akan digunakan importir untuk mengambil barang di wilayah tujuan berikut ini yang bukan faktor yang mempengaruhi ekspor baik dari dalam ataupun luar negeri adalah .

Dokumen-dokumen Ekspor & Impor
Seperti yang udah dikatakan sebelumnya, dokumen ekspor impor terdiri berasal dari 2 macam, yakni dokumen utama dan dokumen tambahan. Mari review selengkapnya di bawah ini:

Dokumen Utama
Dokumen utama adalah dokumen yang sifatnya mesti dimiliki didalam tiap-tiap transaksi ekspor yang akan dan tengah berlangsung. Berikut ini ragam dokumen utama terhadap kegiatan ekspor impor:

1. Invoice/Faktur
Dokumen pertama dan mesti dimiliki adalah invoice/faktur. Dokumen ini bermanfaat sebagai bukti transaksi atau penagihan. Dokumennya akan dibikin oleh eksportir untuk importir. Faktur didalam kegiatan ekspor impor ada 3 jenis, di antaranya:

Proforma Invoice
Commercial Invoice
Consular Invoice
Bicara tentang faktur tentu perihal erat bersama dengan pelaporan faktur pajaknya, bukan? Prosesnya yang kompleks dan regulasi yang lumayan membingungkan kadang-kadang membuat Anda bingung melakukannya. Jangan khawatir gara-gara OnlinePajak tawarkan solusi layanan e-Faktur bersama dengan sistem digitalisasi pengelolaan faktur secara elektronik melalui satu aplikasi terintegrasi.

Proses pengiriman banyak invoice dan faktur pajak bisa terjadi sekaligus cuma didalam hitungan detik. Platform digital OnlinePajak beri tambahan kemudahan bagi Anda untuk mengetahui penerimaan invoice dan faktur pajak secara elektronik, keliru satunya bersama dengan meraih isyarat bukti otomatis pas klien udah terima dan mengakses invoice dan faktur pajak.

Selain itu, e-Faktur OnlinePajak juga beri tambahan layanan pembuatan dan penerbitan invoice beserta faktur pajak, penghitungan PPN secara otomatis, pengelolaan dan manajemen nota retur faktur pajak (masukan dan keluaran), dan penyampaian SPT Masa PPN. Pengelolaan faktur pajak untuk bisnis Anda pun kini menjadi lebih gampang dan nyaman gara-gara bisa ditunaikan di mana saja dan kapan saja. Klik di sini untuk mengetahui detilnya.

Baca Juga:

Bisnis Importir dan Perlakuan Pajaknya di Indonesia
Fasilitas KITE: Kemudahan Impor Tujuan Ekspor dan Pelaksanaannya
2. Packing List
Dokumen ini berisikan rincian spesifikasi barang ekspor sesuai bersama dengan invoice. Fungsi dokumen yang dibikin oleh eksportir ini adalah untuk memudahkan Anda mengetahui isi barang didalam kontainer sekiranya terkandung pemeriksaan. Dokumen ini bisa dikatakan pula sebagai surat jalan yang dipakai ketika jalankan pengiriman barang di didalam Indonesia.

Dalam dokumen packing list, setidaknya memuat informasi berikut:

Nama barang
Nomor dan tanggal packing list
Jumlah kemasan (seperti pack, pieces, ikat, karung, dll)
Berat bersih
Berat kotor
3. Bill of Lading (B/L) atau Air Waybill
Bill of lading adalah bukti pengiriman barang atau bisa juga disimpulkan sebagai isyarat terima yang dibikin oleh shipping company untuk eksportir. B/L ini akan dikeluarkan sesudah kapal berangkat berasal dari Indonesia. Selain itu, B/L bisa pula digunakan sebagai kepemilikan barang, bermakna eksportir yang memegang B/L adalah pemilik berasal dari barang yang disebutkan didalam dokumen tersebut. Hal itulah yang menjadi alasan dokumen ini adalah surat miliki nilai yang mesti disimpan bersama dengan baik oleh eksportir.

4. Polis Asuransi
Dokumen ini benar-benar dibutuhkan sebagai surat bukti penanggungan yang diterbitkan perusahaan asuransi untuk menjamin keselamatan atas barang yang dikirim, atas keinginan eksportir maupun importir.

Dokumen ini memuat beraneka style risiko yang diasuransikan, pihak mana yang meminta asuransi, dan kepada siapa klaimnya akan dibayarkan. Adanya dokumen ini bisa meminimalisir kerugian berasal dari ke dua belah pihak.

5. PEB (Pemberitahuan Ekspor Barang)
Dokumen ini adalah surat pemberitahuan yang dibikin eksportir kepada kantor Bea dan Cukai. Secara umum, prosedur pengurusan PEB, sebagai berikut:

Barang yang akan diekspor diberitahukan ke kantor Bea Cukai bersama dengan isi PEB.
Melakukan pendaftaran PEB paling cepat 7 hari sebelum akan tanggal perkiraan pengiriman ekspor dan paling telat sebelum akan barang masuk Kawasan Pabean. Biasanya pendaftaran ini disertai bersama dengan Nomor Induk Perusahaan (NIPER) dan dokumen pelengkap, seperti: faktur, packing list, bukti bayar Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), bukti bayar bea terlihat (untuk barang ekspor yang dikenakan bea keluar), dan dokumen lain berasal dari instansi tehnis terkait.
Membayar pajak ekspor secara lunas terkecuali barang dikenakan pajak ekspor.
PEB ini dijadikan dasar kontrol sesuai barang yang diekspor pas berhadapan bersama dengan petugas Bea dan Cukai. Hati-hati, gara-gara kekeliruan didalam pengisian PEB bisa dianggap penyimpangan secara sengaja.

6. Shipping Instruction
Shipping instruction adalah dokumen yang dibuat/diberikan oleh eksportir kepada forwarder atau shipping company untuk jalankan booking terhadap container dan area di transportasi yang digunakan layaknya kapal/pesawat. Dokumen ini umumnya bisa diberikan atau dikirim melalui surel (e-mail).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *